Cara cek website down atau tidak bisa dilakukan dengan memasukkan nama domain ke tools pengecek seperti Down For Everyone Or Just Me atau Is It Down Right Now. Hasilnya pun bisa muncul hanya dalam hitungan detik saja.
Menurut kami, ini adalah cara cek status website paling mudah dan praktis. Tools-tools yang kami sajikan berikut mengirim permintaan dari server di lokasi lain, sehingga hasilnya tidak terpengaruh jaringan milik pengguna.
1. Down For Everyone Or Just Me
Tools ini membantu mengetahui apakah website down secara global atau hanya di jaringan pengguna. Fitur tambahannya mencakup pengecekan hingga lima URL sekaligus, riwayat downtime, dan status DNS server. Cara memakainya:
- Buka situs Down For Everyone Or Just Me
- Masukkan nama domain atau URL yang ingin diperiksa
- Klik tombol Search lalu baca hasilnya
2. Is It Down Right Now
Tools ini populer untuk memastikan website down terjadi di server atau hanya di jaringan lokal. Langkah penggunaannya sebagai berikut:
- Buka situs Is It Down Right Now
- Ketik nama domain pada kolom yang tersedia
- Klik tombol Check lalu baca status yang tampil
3. Website Planet
Website Planet memantau status uptime dan downtime secara langsung sehingga hasilnya selalu terbaru. Tools tersebut cocok untuk mendeteksi website down dengan cepat. Cara memakainya mirip dengan tools sebelumnya:
- Buka situs Website Planet
- Masukkan nama domain pada kolom pencarian
- Klik tombol Check dan tunggu hasil pemeriksaan
4. Host Tracker
Host Tracker menawarkan data lebih lengkap dibanding dua tools sebelumnya. Selain mengecek website down, tersedia pengujian kecepatan halaman, validitas HTTPS, ping, trace route, pemantauan port, hingga analisis kesehatan dan keamanan situs. Langkahnya:
- Buka situs Host Tracker lalu gulir sampai menu Check Site
- Masukkan nama domain pada kolom yang tersedia
- Pilih jenis pengecekan yang dibutuhkan, misalnya HTTP, ping, trace, atau whois
5. Down Detector
Down Detector punya fitur live service disruption untuk melihat lokasi mana saja yang tidak bisa mengakses suatu layanan. Fitur tersebut berguna ketika website down hanya muncul di wilayah tertentu. Langkahnya:
- Buka situs Down Detector
- Ketik nama domain atau nama layanan
- Klik tombol Check lalu lihat sebaran gangguan yang tampil
Perbandingan Tools Pengecek Website Down
| Tools | Fitur Utama | Paling Cocok untuk |
|---|---|---|
| Is It Down Right Now | Pengecekan status dasar | Pengecekan cepat |
| Website Planet | Status uptime dan downtime secara langsung | Pemantauan sederhana |
| Host Tracker | Ping, trace route, port, HTTPS, dan kecepatan halaman | Diagnosis yang lebih rinci |
| Down For Everyone Or Just Me | Hingga 5 URL, riwayat downtime, dan status DNS | Memastikan gangguan global atau lokal |
| Down Detector | Sebaran gangguan per lokasi | Gangguan di wilayah tertentu |
Cara Cek Website Down Secara Manual
Cek manual berguna ketika tools online tidak bisa diakses atau hasilnya meragukan. Perintah berikut dijalankan lewat Command Prompt di Windows atau Terminal di macOS dan Linux:
ping namadomain.comuntuk menguji apakah server membalas permintaannslookup namadomain.comuntuk melihat apakah nama domain diterjemahkan ke alamat IP yang benarcurl -I namadomain.comuntuk membaca kode status HTTP yang dikirim server
Ping yang gagal belum tentu menandakan website down, sebab sebagian server memang menolak permintaan ping. Hasil nslookup yang kosong menandakan masalah DNS, sedangkan kode 200 pada curl menandakan server merespons dengan normal.
Cara Cek Website Down dari Sisi Pemilik Situs
Pemilik situs punya akses ke data yang tidak tersedia bagi pengunjung. Tiga sumber berikut membantu memastikan website down sekaligus menemukan polanya:
- Google Search Console untuk melihat error server pada laporan pengindeksan halaman dan statistik crawling
- Log akses dan error_log di hosting untuk mengetahui kapan permintaan mulai gagal
- Layanan monitoring uptime seperti UptimeRobot untuk mencatat setiap gangguan dan mengirim notifikasi
Langkah Memasang Monitoring Uptime
Monitoring uptime bekerja otomatis sehingga pemilik situs tidak perlu mengecek manual setiap saat. Pemasangannya mudah dilakukan:
- Buat akun di layanan monitoring uptime pilihan
- Tambahkan alamat website sebagai monitor baru
- Atur interval pengecekan, misalnya setiap lima menit
- Hubungkan notifikasi ke email atau aplikasi pesan
- Periksa laporan uptime secara berkala untuk membaca pola gangguan
Cara Cek Status Domain dan SSL
Domain expired dan SSL kedaluwarsa sering luput dari perhatian karena tidak memberi peringatan sampai situs benar-benar down. Pengecekannya bisa dilakukan dengan langkah berikut:
- Buka layanan whois, misalnya lewat menu whois di Host Tracker
- Masukkan nama domain lalu periksa tanggal kedaluwarsa dan status domain
- Klik ikon pengaturan situs di sebelah alamat pada browser
- Buka informasi sertifikat lalu lihat tanggal berlaku dan nama domain yang tercantum
- Gunakan tools pengecek SSL seperti SSL Labs untuk pemeriksaan yang lebih rinci
Apa itu Website Down
Website down adalah kondisi ketika halaman situs tidak bisa diakses pengunjung karena server, domain, atau jaringan tidak merespons dengan benar. Kondisi tersebut berbeda dengan situs yang hanya lambat, sedang diperbaiki, atau sengaja dibatasi aksesnya.
Empat kondisi berikut sering tertukar dengan website down:
- Website lambat, halaman tetap terbuka tetapi waktu muatnya sangat lama
- Website maintenance, halaman terbuka dengan pesan perbaikan yang sengaja dipasang pengelola
- Website diblokir, akses gagal pada jaringan atau penyedia internet tertentu
- Gangguan lokal, masalah ada di perangkat atau koneksi internet milik pengguna
Perbedaan tersebut menentukan langkah perbaikan. Website down harus ditangani dari sisi server, sedangkan gangguan lokal cukup diselesaikan di perangkat pengguna.
Ciri-Ciri Website Down
Sebelum membuka tools pengecek, kenali dulu gejala website down yang muncul di layar:
- Halaman tidak terbuka dan browser menampilkan pesan “This site can’t be reached”
- Muncul kode error 500, 502, 503, atau 504 pada halaman
- Indikator loading berputar terus tanpa menampilkan isi
- Browser memunculkan peringatan “Your connection is not private”
- Alamat domain justru menampilkan halaman parkir milik penyedia
Gejala tersebut belum tentu berarti website down untuk semua pengunjung. Bisa saja gangguan hanya terjadi pada perangkat atau jaringan internet milik pengguna.
Arti Kode Status HTTP saat Website Down
Kode status HTTP menjadi petunjuk paling cepat untuk menentukan sumber masalah. Tabel berikut merangkum kode yang paling sering muncul beserta langkah awalnya:
| Kode | Arti | Langkah Awal |
|---|---|---|
| 403 | Akses ditolak server | Periksa izin file dan aturan firewall |
| 404 | Halaman tidak ditemukan | Periksa alamat halaman dan pengaturan permalink |
| 500 | Terjadi error internal pada server atau script | Baca error_log lalu nonaktifkan plugin yang dicurigai |
| 502 | Gateway menerima respons yang tidak valid | Muat ulang halaman lalu hubungi hosting bila berlanjut |
| 503 | Server kewalahan atau sedang dalam pemeliharaan | Cek resource hosting dan jadwal maintenance |
| 504 | Server tidak merespons tepat waktu | Cek beban server lalu hubungi hosting |
Kode 404 pada satu halaman tidak berarti website down, sebab server tetap merespons. Sebaliknya, kode 5xx menandakan gangguan di sisi server dan menjadi tanda kuat bahwa situs perlu segera ditangani.
Daftar lengkap kode status tersedia di dokumentasi MDN Web Docs dan panduan Google Search Central.
Cara Membedakan Gangguan Server dan Jaringan Lokal
Hasil dari tools pengecek perlu dibaca dengan teliti agar langkah perbaikan tidak salah arah. Tiga kemungkinan hasil berikut paling sering muncul:
- Semua tools menyatakan down, artinya masalah ada di server, domain, atau konfigurasi website
- Tools menyatakan up sementara browser gagal membuka halaman, artinya masalah ada di perangkat atau jaringan lokal
- Hanya sebagian lokasi yang gagal mengakses, artinya ada gangguan jalur jaringan di wilayah tertentu
Gangguan jalur jaringan sering berasal dari penyedia hosting. Pemilik website yang ingin tahu link down artinya bisa membacanya lebih lengkap, sebab istilah tersebut menandakan terputusnya koneksi antarperangkat jaringan.
Jika hasil pengecekan menunjukkan website down di semua lokasi, lanjutkan dengan mencari penyebabnya.
Cara Mengenali Situs yang Diblokir Provider atau Bermasalah di DNS
Tidak semua situs yang gagal dibuka mengalami website down. Pengguna internet di Indonesia kadang gagal mengakses situs karena pemblokiran penyedia internet atau DNS yang bermasalah, sementara server tetap menyala.
Kemungkinan tersebut menguat bila ditemukan ciri berikut:
- Tools pengecek menyatakan situs up, tetapi browser tetap gagal membuka halaman
- Browser menampilkan halaman peringatan dari penyedia internet
- Situs terbuka normal di jaringan atau penyedia internet lain
- Perintah nslookup menghasilkan alamat IP yang janggal atau gagal sama sekali
Coba ganti DNS ke DNS publik, lalu uji lagi dari jaringan lain. Pemilik situs yang merasa diblokir secara keliru dapat menghubungi penyedia internet atau lembaga berwenang untuk meminta peninjauan.
Penyebab Website Down
Setelah memastikan gangguan berasal dari sisi website, cari tahu sumber masalahnya. Penyebab website down yang paling sering ditemukan adalah:
- Konfigurasi DNS yang salah sehingga nama domain tidak mengarah ke server yang tepat
- Server kelebihan beban atau resource hosting seperti CPU, RAM, dan disk sudah penuh
- Domain expired dan belum diperpanjang
- Error pada script, plugin, atau theme setelah proses update
- Sertifikat SSL kedaluwarsa atau terpasang tidak benar
- Serangan siber seperti DDoS yang membanjiri server dengan lalu lintas palsu
- Pemeliharaan terjadwal dari penyedia hosting
Kode error bisa menjadi petunjuk awal. Error 503 menandakan resource hosting sudah mencapai batas, sedangkan pesan quota disk space menandakan ruang penyimpanan sudah habis.
Domain yang expired masih bisa diperpanjang selama masa tenggang. Pada sebagian penyedia, bila masa expired sudah melewati 30 hari, pemilik perlu menghubungi penyedia domain untuk memeriksa statusnya.
Salah satu contoh kasus yang sering ditemui tim TokoWeb adalah toko online WordPress mendadak menampilkan error 500 setelah plugin diperbarui otomatis. Situs pulih setelah plugin dinonaktifkan lewat File Manager dan versi PHP disesuaikan.
Kasus lain, situs perusahaan mati karena domain expired dan notifikasi perpanjangan hanya masuk ke email lama. Pemeriksaan whois di awal pengecekan bisa menemukan penyebab tersebut dalam hitungan menit.
Dampak Website Down terhadap SEO dan Bisnis
Gangguan singkat umumnya tidak langsung menurunkan peringkat di Google. Namun website down yang berlangsung berhari-hari bisa membuat Googlebot mengurangi frekuensi crawling, sehingga halaman berisiko hilang dari indeks.
Dampak bisnis dari website down juga terasa cepat:
- Pengunjung gagal melakukan pembelian atau mengisi formulir pemesanan
- Kepercayaan pelanggan menurun karena situs dianggap kurang profesional
- Iklan berbayar tetap berjalan sementara halaman tujuan tidak bisa dibuka
- Tim kehilangan waktu untuk menangani keluhan yang masuk
Semakin cepat gangguan terdeteksi, semakin kecil risiko terhadap peringkat dan pendapatan.
Cara Membuka Website yang Down
Website yang down hanya di sisi pengguna masih bisa dibuka dengan langkah berikut:
- Muat ulang halaman dengan menekan Ctrl + F5 agar browser mengambil data terbaru
- Pindah jaringan, misalnya dari WiFi ke data seluler
- Aktifkan VPN untuk mengakses dari lokasi lain
- Buka lewat browser lain atau mode incognito
- Bersihkan cache DNS dengan perintah ipconfig /flushdns di Windows atau sudo dscacheutil -flushcache di macOS
- Ganti DNS ke DNS publik seperti 8.8.8.8 atau 1.1.1.1
- Buka arsip halaman lewat Wayback Machine bila hanya perlu membaca isinya
Cara tersebut efektif untuk gangguan dari sisi pengguna. Apabila semua langkah gagal dan tools pengecek menyatakan website down, perbaikan harus dilakukan di sisi server.
Cara Mengatasi Server Down
Pengelola situs yang masih bingung soal server down perlu tahu bahwa kondisi tersebut terjadi ketika server hosting berhenti merespons permintaan dari browser pengunjung. Penanganannya dimulai dari pemeriksaan sederhana lalu naik ke tingkat teknis:
- Cek status hosting dan domain lewat panel penyedia, pastikan keduanya masih aktif
- Periksa penggunaan resource di cPanel, lalu kosongkan file yang tidak terpakai bila disk hampir penuh
- Buka error_log melalui File Manager untuk menemukan script, plugin, atau theme yang bermasalah
- Nonaktifkan plugin yang dicurigai dengan mengganti nama foldernya lewat File Manager atau FTP
- Sesuaikan versi PHP dengan kebutuhan script atau theme yang dipakai
- Periksa nameserver domain dan pastikan mengarah ke server yang benar
- Hubungi tim support hosting jika gangguan berasal dari infrastruktur penyedia
Website WordPress yang down akibat plugin umumnya pulih setelah plugin penyebab dinonaktifkan. Paket hosting yang terlalu kecil perlu ditingkatkan bila lonjakan pengunjung terus terjadi.
Cara Mengatasi Error yang Sering Muncul
Dua pesan error berikut paling sering ditanyakan saat website down atau sulit diakses.
Error “Site Can’t Be Reached”
Error tersebut umumnya muncul karena koneksi internet bermasalah, server sedang down, atau pengaturan DNS keliru. Langkah awalnya:
- Cek koneksi internet
- Akses website dari jaringan lain atau lewat VPN
- Bersihkan cache DNS dengan perintah yang sudah dijelaskan sebelumnya
- Pastikan domain dan hosting masih aktif
Error “Your Connection Is Not Private”
Pesan tersebut muncul ketika ada masalah pada sertifikat SSL, misalnya sertifikat kedaluwarsa, konfigurasi server keliru, atau browser tidak bisa memverifikasi keabsahan sertifikat. Solusi awalnya:
- Muat ulang halaman
- Bersihkan cache browser
- Coba akses lewat browser lain
- Periksa status SSL lewat pengaturan hosting atau cPanel, pastikan aktif dan terpasang benar
Tanggal dan jam perangkat yang salah juga bisa memicu pesan serupa, jadi periksa pengaturan tersebut sebelum menyentuh konfigurasi server.
Estimasi Waktu Pemulihan dan Kapan Harus Menghubungi Hosting
Lama pemulihan website down bergantung pada penyebabnya. Tabel berikut memuat perkiraan waktu yang umum terjadi, meski angkanya bisa berbeda di tiap penyedia:
| Penyebab | Perkiraan Waktu Pulih |
|---|---|
| Plugin atau theme error | Beberapa menit setelah dinonaktifkan |
| Resource hosting penuh | Beberapa menit hingga beberapa jam setelah dibereskan atau paket ditingkatkan |
| Perubahan DNS atau nameserver | Beberapa menit hingga 48 jam karena proses propagasi |
| Domain expired | Beberapa jam setelah perpanjangan, tergantung penyedia domain |
| Pemeliharaan terjadwal hosting | Sesuai jadwal yang diumumkan penyedia |
Segera buat tiket ke penyedia hosting bila terjadi kondisi berikut:
- Situs masih down lebih dari 30 menit setelah pengecekan dasar dilakukan
- error_log menunjuk masalah pada sistem server, bukan pada file website
- Resource hosting terlihat normal tetapi error 5xx terus muncul
- Halaman status penyedia hosting mengumumkan gangguan
- Muncul dugaan serangan seperti lonjakan lalu lintas yang tidak wajar
Sebelum mengirim tiket, siapkan nama domain, waktu gangguan mulai, pesan error, dan langkah yang sudah dicoba agar penanganan lebih cepat.
Cara Mencegah Website agar Tidak Down Kembali
Pencegahan jauh lebih murah dibanding pemulihan setelah gangguan berlangsung lama. Langkah pencegahan website down yang bisa diterapkan pengelola situs antara lain:
- Pasang monitoring uptime yang mengirim notifikasi lewat email atau WhatsApp saat website down
- Pilih paket hosting yang sesuai dengan jumlah pengunjung
- Aktifkan perpanjangan otomatis untuk domain dan sertifikat SSL
- Uji update plugin dan theme di staging sebelum diterapkan ke website utama
- Simpan backup rutin di lokasi terpisah dari server hosting
- Pasang firewall dan CDN untuk menahan lonjakan lalu lintas berbahaya
TokoWeb Digital Agency menyediakan jasa pembuatan website yang sudah dilengkapi pengaturan hosting, SSL, dan backup sejak awal. Pendampingan pemeliharaan tersebut membantu risiko website down lebih cepat terdeteksi dan tertangani.
Pertanyaan Umum seputar Website Down
- Apakah website down memengaruhi peringkat SEO?
Gangguan singkat umumnya tidak langsung menurunkan peringkat. Namun website down yang berlangsung berhari-hari berisiko mengurangi frekuensi crawling dan membuat halaman hilang dari indeks Google. - Berapa lama website down masih dianggap wajar?
Gangguan yang selesai dalam hitungan menit umumnya masih wajar, terutama saat pemeliharaan terjadwal. Bila situs tetap down lebih dari 30 menit tanpa pengumuman, segera hubungi penyedia hosting. - Bagaimana cara tahu website down hanya di jaringan sendiri?
Cek alamat situs lewat Down For Everyone Or Just Me atau Is It Down Right Now. Jika tools menyatakan up sementara browser gagal membuka halaman, gangguan berasal dari jaringan atau perangkat sendiri. - Apa bedanya website down dengan website lambat?
Website down tidak bisa dibuka sama sekali, sedangkan website lambat tetap terbuka dengan waktu muat yang lama. Penyebab website lambat umumnya ada pada ukuran gambar, plugin berat, atau resource hosting yang hampir habis. - Apakah website bisa down karena domain expired?
Bisa. Domain yang expired menjadi tidak aktif sehingga situs tidak bisa diakses, meski server hosting masih menyala. - Apa yang harus dilakukan pertama kali saat website down?
Pastikan dulu lewat tools pengecek bahwa gangguan memang terjadi di semua lokasi. Setelah itu, periksa status domain dan hosting sebelum membuka error_log.




